Oleh: Aliansyah Jumbawuya
Benih kasih purba titipan Adam dan Hawa
Berbiak, merambatkan akar serabut di katup jantungku
Mendesak urat saraf menagih lahan gembur
Dinda, kaukah pewaris kesuburan itu
Tataplah pohon pinang di samping rumah
Berpuluh musim sudah mengurai mayang
Dan agin pun berhembus lembut
Menghantar semerbaknya ke bilik kamarmu.
Merpati bersedau-gurau dengan pasangannya
Bergulingan di permadani rerumputan
Sambil mencercap butir-butir embun
Mereka jalin kemesraan
Atas nama restu semesta
Dinda, tidakkah kau iri menyaksikannya?
Tiga purnama sudah kita lewati titian waktu
Bersulang canda sembari meragi hati
Tidakkah kau tangkap isyarat yang kubidik
Lewat kata dan tatapan mata?
***