Padepokan Pena - Gemar Membaca Giat Menulis

Di Depan Tembok Tradisi | Agu 24th 2008

Oleh: Aliansyah Jumbawuya

Demikianlah, kupilih kata paling baja
Kutempa hingga tajamnya menjelma senjata
Dik, mari tetak rantai tradisi karatan
Bukan, bukan karena keangkuhan
Atau lantaran kita asuhan era milineum tiga
Adalah semata demi karunia yang bermukim di dada
Yang sekian musim kita pelihara dari badai prahara
Haruskah kini porak poranda, tersia
Saat terbentur diskriminasi & persepsi salah kaprah
Bahwa kau yang gadis turunan Syarifah
Mesti berkait jari dengan lelaki Said
Telah berulang kudulang butiran makna Al Quran
Namun tiada kutemu ketentuan demikian
Maka, selama ikrar dan kiblat kita sama
Sepanjang itu jalan dan gerbang terbuka.

Banjarmasin, Mei 1999
***


Posted in Puisi

No Comments Yet »

Ada yang ingin disampaikan?RSS Komentar URI Lacak Balik